<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Lyantares</title>
    <link>https://lyantares.writeas.com/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Mon, 13 Apr 2026 09:09:51 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Beautiful Ending</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/beautiful-ending?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Semburat jingga dihadapan keduanya nampak begitu indah, begitu juga dengan deburan ombak yang selalu menjadi musik penenang bagi Chris. Namun, saat ini semuanya terasa berbeda. Lelaki itu tidak bisa lagi menikmati pemandangan yang biasa jadi favoritnya. Rentetan kalimat panjang yang keluar dari mulut perempuan disebelahnya membuat Chris begitu ... Hancur.&#xA;&#xA;&#34;Why&#39;d you take me here just to break up our relationship?&#34; Tanya lelaki dengan hidung bangir itu.&#xA;&#xA;Tak langsung menjawab, perempuan di sebelah Chris justru memejamkan matanya lalu menghirup udara pantai sangat dalam. &#34;Don&#39;t you see it, Chris?&#34; Perempuan itu balik bertanya.&#xA;&#xA;&#34;Pantainya indah, also our relationship. Aku ngga mau kita berakhir dengan buruk. Jadi, terima ya permintaanku tadi? Bukannya aku putusin ini semua tanpa alasan. Aku udah jelasin, kan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku paham. Jaga diri di sana, kuliah yang bener. Jang-&#34; Chris langsung berhenti saat mendengar kalimatnya dilanjut oleh wanita di sampingnya.&#xA;&#xA;&#34;Jangan lupa makan, don&#39;t drink coffee, apalagi? Don&#39;t talk to strangers? I&#39;m not kid anymore, I got it okay?&#34; Chris hanya terkekeh seraya mengacak rambut perempuan di sebelahnya. Rupanya ia hapal semua yang akan Chris ucapkan.&#xA;&#xA;&#34;Satu lagi, jangan lupa pulang.&#34;&#xA;&#xA;Kepalanya ia sandarkan pada bahu Chris lalu menanggapi pesan terakhit lelaki itu, &#34;I wont.&#34;&#xA;&#xA;&#34;The sunset is beautiful, isn&#39;t it? Won&#39;t you say it, Al? Itu alasannya kamu ngajak kesini bukan?&#34;&#xA;&#xA;Lagi, gadis itu menggeleng tipis. &#34;I cant say it.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Are you not gonna let me go?&#34;&#xA;&#xA;Mentari semakin turun seakan ditelan oleh luasnya lautan, ditatapnya lekat lekat mata yang tak pernah berhenti menunjukkan tatapan pujaan padanya.&#xA;&#xA;&#34;Because I never loved you. So, I cant say that ... I&#39;m sorry.&#34;&#xA;---&#xA;Lyantares, 2023&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Semburat jingga dihadapan keduanya nampak begitu indah, begitu juga dengan deburan ombak yang selalu menjadi musik penenang bagi Chris. Namun, saat ini semuanya terasa berbeda. Lelaki itu tidak bisa lagi menikmati pemandangan yang biasa jadi favoritnya. Rentetan kalimat panjang yang keluar dari mulut perempuan disebelahnya membuat Chris begitu ... Hancur.</p>

<p><em>“Why&#39;d you take me here just to break up our relationship?”</em> Tanya lelaki dengan hidung bangir itu.</p>

<p>Tak langsung menjawab, perempuan di sebelah Chris justru memejamkan matanya lalu menghirup udara pantai sangat dalam. “<em>Don&#39;t you see it, Chris?</em>” Perempuan itu balik bertanya.</p>

<p>“Pantainya indah, <em>also our relationship.</em> Aku ngga mau kita berakhir dengan buruk. Jadi, terima ya permintaanku tadi? Bukannya aku putusin ini semua tanpa alasan. Aku udah jelasin, kan?”</p>

<p>“Aku paham. Jaga diri di sana, kuliah yang bener. Jang-” Chris langsung berhenti saat mendengar kalimatnya dilanjut oleh wanita di sampingnya.</p>

<p>“Jangan lupa makan, <em>don&#39;t drink coffee</em>, apalagi? <em>Don&#39;t talk to strangers? I&#39;m not kid anymore, I got it okay?</em>” Chris hanya terkekeh seraya mengacak rambut perempuan di sebelahnya. Rupanya ia hapal semua yang akan Chris ucapkan.</p>

<p>“Satu lagi, jangan lupa pulang.”</p>

<p>Kepalanya ia sandarkan pada bahu Chris lalu menanggapi pesan terakhit lelaki itu, “<em>I wont.</em>“</p>

<p><img src="https://imgur.com/yhnEpM1" alt=""/></p>

<p>“<em>The sunset is beautiful, isn&#39;t it? Won&#39;t you say it</em>, Al? Itu alasannya kamu ngajak kesini bukan?”</p>

<p>Lagi, gadis itu menggeleng tipis. “I cant say it.”</p>

<p>“<em>Are you not gonna let me go?</em>“</p>

<p>Mentari semakin turun seakan ditelan oleh luasnya lautan, ditatapnya lekat lekat mata yang tak pernah berhenti menunjukkan tatapan pujaan padanya.</p>

<p>“Because I never loved you. So, I cant say that ... I&#39;m sorry.”</p>

<hr/>

<p>Lyantares, 2023</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/beautiful-ending</guid>
      <pubDate>Sat, 14 Jan 2023 16:00:17 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>drunk</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/drunk?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[calyabin au. !--more--&#xA;&#xA;sebelah bibirnya terangkat kala membaca pesan terakhir yang calvin kirim tentang password apartemen lelaki itu yang belum diganti. naya memencet 4 digit angka tanggal jadiannya dengan calvin dulu. iya, dulu. karena sekarang tak ada lagi hubungan spesial diantara keduanya. &#xA;&#xA;selepas membuka pintu gadis itu mendapati calvin yang sedang  duduk di sofa menuangkan minuman yang sengaja ia siapkan untuk naya. &#xA;&#xA;&#34;katanya ngga ada whiskey.&#34; calvin tertawa, lalu menepuk sisi kosong sofa yang ia duduki. memberi isyarat naya untuk duduk.&#xA;&#xA;&#34;ya tadinya emang mau ngasih bir doang. tapi sayang juga, lo udah lama ga kesini.&#34;&#xA;&#xA;naya yang telah duduk langsung menyambar gelas yang sudah terisi itu. meneguknya perlahan, menikmati cairan yang mengalir di kerongkongannya. sungguh, ia sangat rindu dengan minuman beralkohol ini. walaupun memang changbin ada benarnya melarang naya untuk mabuk karena tidak baik bagi tubuhnya.&#xA;&#xA;&#34;lagi....&#34; gelasnya ia arahkan pada calvin yang langsung diisi lagi oleh lelaki itu.&#xA;&#xA;kali ini naya meminumnya dengan sekali teguk. ia tak lagi meminta calvin untuk menuangkannya, tetapi lansung mengambil botol kaca itu dan menenggaknya langsung.&#xA;&#xA;&#34;nay ... stop.&#34;&#xA;&#xA;gadis itu menaruh asal botol kosong itu lalu naik ke pangkuan calvin. memeluk dan menciumi leher mantannya dengan seduktif. lelaki itu tak berusaha melepaskan diri karena memang ini yang calvin mau. calvin mau naya kembali. mau naya bersamanya lagi.&#xA;&#xA;&#34;changbin....&#34; lelaki yang memangku naya itu tersenyum getir. bahkan saat tak sadar pun yang dipanggil bukan dia.&#xA;&#xA;&#34;naya, gue calvin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;bin?&#34; calvin menyerah, menghela nafasnya.&#xA;&#xA;&#34;iya nay, kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;love you, bin.&#34;&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;malam panjang mereka habiskan bersama. calvin kembali mendengan erangan yang setelah sekian lama ia nanti. meskipun sepanjang malam bersama calvin, yang keluar dari belah bibir naya hanya satu nama. bukan calvin, tapi changbin.&#xA;&#xA;&#34;i know you need me just for sex, nay ...&#34;&#xA;&#xA;&#34;... tapi boleh ga gue berharap kita bisa balik lagi?&#34;&#xA;&#xA;jelas tak ada jawaban karena naya masih terlelap di kasur calvin. lelaki itu lalu memutuskan untuk keluar kamar dan menyiapkan sarapan untuk naya. tak lama setelah semuanya siap, naya terlihat keluar dari kamar calvin dengan wajah bingungnya.&#xA;&#xA;&#34;changbin?&#34;&#xA;&#xA;&#34;eh, cal...&#34; yang dipanggil hanya tersenyum kemudian menarik kursi makan di sebelahnya.&#xA;&#xA;&#34;sini, sarapan. nanti gue anter balik ke kosan.&#34; mereka pun menyantap sarapan yang calvin pesan lewat aplikasi ojek online.&#xA;&#xA;&#34;cal ... semalem kita main ya?&#34;&#xA;&#xA;calvin terdiam tak langsung menjawab, &#34;nggak.&#34; &#xA;&#xA;ia memang berbohong pada mantannya itu. alasannya tentu karena calvin sendiri ingin melupakan kejadian itu. sakit pastinya saat seseorang yang dirindukan hanya datang untuk bercinta ditambah lagi bukan namanya yang disebut selama kegiatan mereka.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;sesuai janjinya calvin mengantar naya sampai kosan setelah sarapan dan sedikit membereskan apartemennya. sepanjang jalan, tak ada obrolan berarti diantara keduanya. namun saat naya akan turun, calvin menahan tangan gadis itu.&#xA;&#xA;&#34;kenapa cal?&#34;&#xA;&#xA;&#34;nay, kalo putus bilang gue ya?&#34;&#xA;&#xA;naya menghela nafas. tanpa menjawab, ia melepaskan tangana calvin lalu keluar tanpa membalas kalimat lelaki itu. meninggalkan calvin yang harus kembali menerima kenyataan bahwa naya sudah tak bisa lagi ia genggam.&#xA;&#xA;---&#xA;lyantares, 2022]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="calyabin-au-more" id="calyabin-au-more">calyabin au. </h3>

<p>sebelah bibirnya terangkat kala membaca pesan terakhir yang calvin kirim tentang <em>password</em> apartemen lelaki itu yang belum diganti. naya memencet 4 digit angka tanggal jadiannya dengan calvin dulu. iya, dulu. karena sekarang tak ada lagi hubungan spesial diantara keduanya.</p>

<p>selepas membuka pintu gadis itu mendapati calvin yang sedang  duduk di sofa menuangkan minuman yang sengaja ia siapkan untuk naya.</p>

<p>“katanya ngga ada <em>whiskey</em>.” calvin tertawa, lalu menepuk sisi kosong sofa yang ia duduki. memberi isyarat naya untuk duduk.</p>

<p>“ya tadinya emang mau ngasih bir doang. tapi sayang juga, lo udah lama ga kesini.”</p>

<p>naya yang telah duduk langsung menyambar gelas yang sudah terisi itu. meneguknya perlahan, menikmati cairan yang mengalir di kerongkongannya. sungguh, ia sangat rindu dengan minuman beralkohol ini. walaupun memang changbin ada benarnya melarang naya untuk mabuk karena tidak baik bagi tubuhnya.</p>

<p>“lagi....” gelasnya ia arahkan pada calvin yang langsung diisi lagi oleh lelaki itu.</p>

<p>kali ini naya meminumnya dengan sekali teguk. ia tak lagi meminta calvin untuk menuangkannya, tetapi lansung mengambil botol kaca itu dan menenggaknya langsung.</p>

<p>“nay ... <em>stop</em>.”</p>

<p><img src="https://i.pinimg.com/564x/ff/8e/68/ff8e6833068aea73c6515e4c31460d22.jpg" alt=""/></p>

<p>gadis itu menaruh asal botol kosong itu lalu naik ke pangkuan calvin. memeluk dan menciumi leher mantannya dengan seduktif. lelaki itu tak berusaha melepaskan diri karena memang ini yang calvin mau. calvin mau naya kembali. mau naya bersamanya lagi.</p>

<p>“changbin....” lelaki yang memangku naya itu tersenyum getir. bahkan saat tak sadar pun yang dipanggil bukan dia.</p>

<p>“naya, gue calvin.”</p>

<p>“bin?” calvin menyerah, menghela nafasnya.</p>

<p>“iya nay, kenapa?”</p>

<p>“<em>love you,</em> bin.”</p>

<hr/>

<p>malam panjang mereka habiskan bersama. calvin kembali mendengan erangan yang setelah sekian lama ia nanti. meskipun sepanjang malam bersama calvin, yang keluar dari belah bibir naya hanya satu nama. bukan calvin, tapi changbin.</p>

<p>“<em>i know you need me just for sex,</em> nay ...”</p>

<p>”... tapi boleh ga gue berharap kita bisa balik lagi?”</p>

<p>jelas tak ada jawaban karena naya masih terlelap di kasur calvin. lelaki itu lalu memutuskan untuk keluar kamar dan menyiapkan sarapan untuk naya. tak lama setelah semuanya siap, naya terlihat keluar dari kamar calvin dengan wajah bingungnya.</p>

<p>“changbin?”</p>

<p>“eh, cal...” yang dipanggil hanya tersenyum kemudian menarik kursi makan di sebelahnya.</p>

<p>“sini, sarapan. nanti gue anter balik ke kosan.” mereka pun menyantap sarapan yang calvin pesan lewat aplikasi ojek <em>online</em>.</p>

<p>“cal ... semalem kita main ya?”</p>

<p>calvin terdiam tak langsung menjawab, “nggak.”</p>

<p>ia memang berbohong pada mantannya itu. alasannya tentu karena calvin sendiri ingin melupakan kejadian itu. sakit pastinya saat seseorang yang dirindukan hanya datang untuk bercinta ditambah lagi bukan namanya yang disebut selama kegiatan mereka.</p>

<hr/>

<p>sesuai janjinya calvin mengantar naya sampai kosan setelah sarapan dan sedikit membereskan apartemennya. sepanjang jalan, tak ada obrolan berarti diantara keduanya. namun saat naya akan turun, calvin menahan tangan gadis itu.</p>

<p>“kenapa cal?”</p>

<p>“nay, kalo putus bilang gue ya?”</p>

<p>naya menghela nafas. tanpa menjawab, ia melepaskan tangana calvin lalu keluar tanpa membalas kalimat lelaki itu. meninggalkan calvin yang harus kembali menerima kenyataan bahwa naya sudah tak bisa lagi ia genggam.</p>

<hr/>

<p>lyantares, 2022</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/drunk</guid>
      <pubDate>Sun, 20 Feb 2022 10:48:31 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>enervate.</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/enervate?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[semburat jingga pada langit sore ini menemani changbin dalam perjalanan pulangnya. pulang menuju rumahnya saat ini yaitu naya. raganya lelah karena tumpukan tugas dari atasannya yang sebelumnya belum selesai sudah ditambah lagi. apalagi siang tadi ia sempat kelepasan tertidur saking lelahnya yang tentu saja mengundang amarah atasannya itu.&#xA;&#xA;changbin memaklumi hal itu karena belum genap tiga bulan ia bekerja di kantornya. walaupun tak jarang kesibukannya membuat naya khawatir. hidup changbin memang bisa dibilang berubah drastis saat papanya meninggal. siapa sangka kalau hidup seorang anak yang biasa hidup dengan ekonomi yang lumayan diatas orang kebanyakan itu  berubah dalam sekejap karena papanya yang ternyata meninggalkan hutang yang cukup besar. asetnya habis dan tersisa hanya satu mobil lama dan rumah yang mamanya putuskan untuk menjualnya dan berpindah pada rumah yang lebih sederhana.&#xA;&#xA;jadi selain kehilangan seorang papa, changbin juga kehilangan semuah kenyamanan dalam hidupnya dan harus tetap bertahan demi mamanya. semua ia saksikan dengan matanya sendiri sampai ia bingung ekspresi apa lagi yang harus ia keluarkan.&#xA;&#xA;semua berlalu dengan cepat. hidup harus terus berjalan pikir changbin. adaptasi adalah satu satunya jalan yang harus ia tempuh. bekerja tak kenal lelah demi menghidupi mamanya dan menabung untuk membayar sewa. sungguh hidup yang tak pernah selintaspun terbayang dalam otaknya.&#xA;&#xA;changbin berpikir ia beruntung karena saat semuanya terjadi, saat hidupnya begitu berubah naya tak pernah meninggalkannya. gadis itu selalu merengkuhnya dalam peluk hangatnya. membuat changbin bisa bernafas sebentar tanpa memikirkan tagihan apa lagi yang harus ia bayar esok hari.&#xA;&#xA;kembali pada mimpinya siang ini. mimpi dimana naya pergi begitu jauh. changbin takut hal itu benar benar terjadi hingga ia memutuskan untuk berkunjung sebentar pada gadisnya selepas pulang dari kantor. changbin melaju dengan mobilnya ditemani lagu lagu yang terputar dari radio ponselnya dan langit indah yang jarang ia dapati keberadaannya.&#xA;&#xA;lelaki itu berhenti sebentar di sebuah ruko yang sudah tak asing lagi baginya. toko boba favorit pacarnya selalu jadi tempat yang mereka tuju saat kehabisan ide untuk kencan. dan sesuai janjinya, changbin sekarang sedang membeli varian favoritnya sang pacar lalu kembali melaju menuju tujuan utamanya sore ini.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;disinilah changbin berdiri. depan pintu kamar naya. tangannya terangkat untuk mengetuk pintu masuk menuju kamar pacarnya itu. tak lama, pintu terbuka tampilkan sosok yang changbin rindukan walaupun belum ada 24 jam terakhir mereka berpisah.&#xA;&#xA;tanpa bersuara, changbin melangkah maju mendekati naya lalu merengkuh tubuh gadisnya itu.&#xA;&#xA;&#34;bin....&#34;&#xA;&#xA;&#34;sebentar.&#34;&#xA;&#xA;tangan naya tak henti mengelus punggung lebar changbin. &#34;duduk dulu ya? gue buatin minum.&#34; kata naya saat merasakan pegal pada kakinya karena posisi mereka masih berdiri.&#xA;&#xA;&#34;ngga usah buatin minum, nanti gue ambil sendiri aja.&#34;&#xA;&#xA;gadisnya mengangguk, keduanya lalu duduk diatas kasur yang dibalut sprei biru. dan changbin kembali menarik naya dalam peluknya.&#xA;&#xA;&#34;capek banget ya?&#34; tanya naya sembari menyisir rambut changbin dengan tangannya.&#xA;&#xA;lelaki itu mengangguk dan berkata, &#34;capek ...&#34; &#xA;&#xA;&#34;... capek banget. sampai nggak bisa bedain mana mimpi, mana kenyataan.&#34; lanjut changbin.&#xA;&#xA;&#34;emang tadi mimpi apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;mimpi lo pergi. jauh. sampai nggak bisa lagi gue kejar.&#34;&#xA;&#xA;&#34;untungnya lo masih disini, sama gue.&#34;&#xA;&#xA;jemarinya yang semula menyisir rambut changbin mendadak berhenti.&#xA;&#xA; &#34;what if it was real?&#34;&#xA;&#xA;&#34;gimana kalo kita beneran putus dan bukan mimpi, bin?&#34; naya kembali bertanya.&#xA;&#xA;&#34;kalo itu kenyataan ... gue mau hidup di mimpi kita bisa sama sama terus.&#34;&#xA;&#xA;perempuan yang berada dalam pelukannya itu meregang, menjauh dari tubuh changbin lalu menatapnya lamat lamat.&#xA;&#xA;&#34;bin, sadar. kita udah putus kemarin sore. bahkan lo yang suruh gue turun dari mobil lo.&#34;&#xA;&#xA;changbin mengusap wajahnya kasar. tak percaya kalimat yang barusan keluar dari mulut perempuan paling disayangnya itu.&#xA;&#xA;&#34;gak....&#34; lirih changbin.&#xA;&#xA;&#34;ayo balikan, nay.&#34; ajak lelaki itu seraya menarik kedua tangan naya.&#xA;&#xA;&#34;bin,&#34;&#xA;&#xA;&#34;oh, kita nikah aja.&#34; tegas changbin yang membuat naya menarik mundur tangan dari genggaman lelaki di hadapannya. semakin menjauh dari lelaki yang sekarang berstatus sebagai mantannya. &#xA;&#xA;&#34;lo gila.&#34;&#xA;&#xA;&#34;kenapa nay? kenapa selingkuh dari gue?&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>semburat jingga pada langit sore ini menemani changbin dalam perjalanan pulangnya. pulang menuju rumahnya saat ini yaitu naya. raganya lelah karena tumpukan tugas dari atasannya yang sebelumnya belum selesai sudah ditambah lagi. apalagi siang tadi ia sempat kelepasan tertidur saking lelahnya yang tentu saja mengundang amarah atasannya itu.</p>

<p>changbin memaklumi hal itu karena belum genap tiga bulan ia bekerja di kantornya. walaupun tak jarang kesibukannya membuat naya khawatir. hidup changbin memang bisa dibilang berubah drastis saat papanya meninggal. siapa sangka kalau hidup seorang anak yang biasa hidup dengan ekonomi yang lumayan diatas orang kebanyakan itu  berubah dalam sekejap karena papanya yang ternyata meninggalkan hutang yang cukup besar. asetnya habis dan tersisa hanya satu mobil lama dan rumah yang mamanya putuskan untuk menjualnya dan berpindah pada rumah yang lebih sederhana.</p>

<p>jadi selain kehilangan seorang papa, changbin juga kehilangan semuah kenyamanan dalam hidupnya dan harus tetap bertahan demi mamanya. semua ia saksikan dengan matanya sendiri sampai ia bingung ekspresi apa lagi yang harus ia keluarkan.</p>

<p>semua berlalu dengan cepat. hidup harus terus berjalan pikir changbin. adaptasi adalah satu satunya jalan yang harus ia tempuh. bekerja tak kenal lelah demi menghidupi mamanya dan menabung untuk membayar sewa. sungguh hidup yang tak pernah selintaspun terbayang dalam otaknya.</p>

<p>changbin berpikir ia beruntung karena saat semuanya terjadi, saat hidupnya begitu berubah naya tak pernah meninggalkannya. gadis itu selalu merengkuhnya dalam peluk hangatnya. membuat changbin bisa bernafas sebentar tanpa memikirkan tagihan apa lagi yang harus ia bayar esok hari.</p>

<p>kembali pada mimpinya siang ini. mimpi dimana naya pergi begitu jauh. changbin takut hal itu benar benar terjadi hingga ia memutuskan untuk berkunjung sebentar pada gadisnya selepas pulang dari kantor. changbin melaju dengan mobilnya ditemani lagu lagu yang terputar dari radio ponselnya dan langit indah yang jarang ia dapati keberadaannya.</p>

<p>lelaki itu berhenti sebentar di sebuah ruko yang sudah tak asing lagi baginya. toko boba favorit pacarnya selalu jadi tempat yang mereka tuju saat kehabisan ide untuk kencan. dan sesuai janjinya, changbin sekarang sedang membeli varian favoritnya sang pacar lalu kembali melaju menuju tujuan utamanya sore ini.</p>

<hr/>

<p>disinilah changbin berdiri. depan pintu kamar naya. tangannya terangkat untuk mengetuk pintu masuk menuju kamar pacarnya itu. tak lama, pintu terbuka tampilkan sosok yang changbin rindukan walaupun belum ada 24 jam terakhir mereka berpisah.</p>

<p>tanpa bersuara, changbin melangkah maju mendekati naya lalu merengkuh tubuh gadisnya itu.</p>

<p>“bin....”</p>

<p>“sebentar.”</p>

<p>tangan naya tak henti mengelus punggung lebar changbin. “duduk dulu ya? gue buatin minum.” kata naya saat merasakan pegal pada kakinya karena posisi mereka masih berdiri.</p>

<p>“ngga usah buatin minum, nanti gue ambil sendiri aja.”</p>

<p>gadisnya mengangguk, keduanya lalu duduk diatas kasur yang dibalut sprei biru. dan changbin kembali menarik naya dalam peluknya.</p>

<p>“capek banget ya?” tanya naya sembari menyisir rambut changbin dengan tangannya.</p>

<p>lelaki itu mengangguk dan berkata, “capek ...”</p>

<p>”... capek banget. sampai nggak bisa bedain mana mimpi, mana kenyataan.” lanjut changbin.</p>

<p>“emang tadi mimpi apa?”</p>

<p>“mimpi lo pergi. jauh. sampai nggak bisa lagi gue kejar.”</p>

<p>“untungnya lo masih disini, sama gue.”</p>

<p>jemarinya yang semula menyisir rambut changbin mendadak berhenti.</p>

<p> “<em>what if it was real?</em>“</p>

<p>“gimana kalo kita beneran putus dan bukan mimpi, bin?” naya kembali bertanya.</p>

<p>“kalo itu kenyataan ... gue mau hidup di mimpi kita bisa sama sama terus.”</p>

<p>perempuan yang berada dalam pelukannya itu meregang, menjauh dari tubuh changbin lalu menatapnya lamat lamat.</p>

<p>“bin, sadar. kita udah putus kemarin sore. bahkan lo yang suruh gue turun dari mobil lo.”</p>

<p>changbin mengusap wajahnya kasar. tak percaya kalimat yang barusan keluar dari mulut perempuan paling disayangnya itu.</p>

<p>“gak....” lirih changbin.</p>

<p>“ayo balikan, nay.” ajak lelaki itu seraya menarik kedua tangan naya.</p>

<p>“bin,”</p>

<p>“oh, kita nikah aja.” tegas changbin yang membuat naya menarik mundur tangan dari genggaman lelaki di hadapannya. semakin menjauh dari lelaki yang sekarang berstatus sebagai mantannya.</p>

<p>“lo gila.”</p>

<p>“kenapa nay? kenapa selingkuh dari gue?”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/enervate</guid>
      <pubDate>Sat, 29 Jan 2022 12:33:57 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>acht.</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/acht?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[tuker pacar au. !--more--&#xA;&#xA;niat awal calvin datang ke kosan ini adalah untuk menemui alya. namun begitu mobilnya berhenti di gerbang ia melihat naya, ia memilih tak keluar. lelaki itu terdiam sembari menatap gadisnya dari balik kaca mobil. apa calvin pernah bilang pada dunia kalau naya yang sedang fokus cantiknya bertambah seribu kali lipat?&#xA;&#xA;lihat saja, rambut yang dicepol asal dan kacamata yang mulai turun dari hidung mungil gadis itu membuat calvin betah berlama lama hanya melihatnya dari jauh seperti ini. &#xA;&#xA;setelah dua puluh menit di dalam mobil calvin isi dengan bertukar pesan dengan alya sembari mengamati gadisnya, lelaki itu memutuskan untuk keluar. ia berjalan mendekati pagar kosan naya. sedikit mengikis jarak, melihat gadisnya lebih dekat.&#xA;&#xA;naya yang awalnya fokus pada tugasnya yang sedikit lagi rampung beralih menatap balik lalaki yang tak asing yang berdiri di luar pagar. tanpa suara dan kata keduanya hanya saling bertukar tatapan hangat.&#xA;&#xA;hal sederhana yang ternyata memiliki makna lebih diantara mereka. sayang dan rindu menumpuk jadi satu. seminggu rasanya amat berat bagi mereka, dan bagi alya dan bayu juga tentunya.&#xA;&#xA;ingin rasanya gadis itu berlari memeluk calvin. namun entah mengapa ia malah seperti tersihir menjadi patung. tatapan mereka bertahan beberapa menit. sampai akhirnya calvin mengembangkan senyumannya lalu memutus tatap antara ia dan gadisnya. berbalik dan berjalan menjauh menuju mobilnya.&#xA;&#xA;mobilnya melaju setelah satu pesan untuk gadisnya sudah terkirim.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="tuker-pacar-au-more" id="tuker-pacar-au-more">tuker pacar au. </h3>

<p>niat awal calvin datang ke kosan ini adalah untuk menemui alya. namun begitu mobilnya berhenti di gerbang ia melihat naya, ia memilih tak keluar. lelaki itu terdiam sembari menatap gadisnya dari balik kaca mobil. apa calvin pernah bilang pada dunia kalau naya yang sedang fokus cantiknya bertambah seribu kali lipat?</p>

<p>lihat saja, rambut yang dicepol asal dan kacamata yang mulai turun dari hidung mungil gadis itu membuat calvin betah berlama lama hanya melihatnya dari jauh seperti ini.</p>

<p>setelah dua puluh menit di dalam mobil calvin isi dengan bertukar pesan dengan alya sembari mengamati gadisnya, lelaki itu memutuskan untuk keluar. ia berjalan mendekati pagar kosan naya. sedikit mengikis jarak, melihat gadisnya lebih dekat.</p>

<p>naya yang awalnya fokus pada tugasnya yang sedikit lagi rampung beralih menatap balik lalaki yang tak asing yang berdiri di luar pagar. tanpa suara dan kata keduanya hanya saling bertukar tatapan hangat.</p>

<p>hal sederhana yang ternyata memiliki makna lebih diantara mereka. sayang dan rindu menumpuk jadi satu. seminggu rasanya amat berat bagi mereka, dan bagi alya dan bayu juga tentunya.</p>

<p>ingin rasanya gadis itu berlari memeluk calvin. namun entah mengapa ia malah seperti tersihir menjadi patung. tatapan mereka bertahan beberapa menit. sampai akhirnya calvin mengembangkan senyumannya lalu memutus tatap antara ia dan gadisnya. berbalik dan berjalan menjauh menuju mobilnya.</p>

<p><img src="https://i.imgur.com/XdKzDZs.jpg" alt=""/></p>

<p><img src="https://i.imgur.com/I1ZjNzl.jpg" alt=""/></p>

<p>mobilnya melaju setelah satu pesan untuk gadisnya sudah terkirim.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/acht</guid>
      <pubDate>Sat, 15 Jan 2022 12:55:57 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>sieben</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/sieben?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[tuker pacar au.  !--more--&#xA;&#xA;bayu menekan klaksonnya saat melihat naya kebingungan mencari mobilnya. setelah mendengar tanda dari bayu, gadis itu buru buru menghampirinya. lelaki dibalik kemudi memastikan bahwa pintunya tak terkunci agar naya bisa langsung masuk. &#xA;&#xA;&#34;lama nunggu?&#34; pertanyaan pertama dari perempuan itu saat ia sudah menyamankan duduknya di kursi penumpang sebelah bayu.&#xA;&#xA;&#34;15 menit kayaknya ada.&#34;&#xA;&#xA;&#34;lama juga, sorry ya.&#34; ujar gadis itu.&#xA;&#xA;&#34;gak papa, sekarang mau kemana? makan dulu yuk.&#34; yang disebelah bayu hanya mengangguk.&#xA;&#xA;&#34;mau makan dimana?&#34; naya menghela nafasnya, ia masih tak terbiasa dengan pertanyaan ini. biasanya ia hanya ikut kemanapun calvin membawanya. namun selama hampir seminggu bersama bayu ia harus berpikir keras untuk memilih tempat tujuan mereka. itu salah satu hal yang naya nggak suka dari bayu.&#xA;&#xA;&#34;mcd aja deh biar cepet.&#34; jawab naya.&#xA;&#xA;tak ada percakapan penting dalam perjalanan menuju tujuan mereka. hanya bahasan ringan tentang apa yang telah terjadi hari ini. playlist naya masih terhubung di pemutar musik milik bayu. lelaki itu terkekeh saat satu lagu fiersa besari terputar.&#xA;&#xA;naya hanya merenyit melihat bayu yang cengengesan kemudian bertanya, &#34;kenapa lo? masih sehat?&#34;&#xA;&#xA;&#34;haha nggak, itu lagunya lucu.&#34; ujar bayu setelah mendengar kalimat demi kalimat lirik bukan lagu valentine. &#xA;&#xA;&#34;ohhh, kirain kenapa.&#34;&#xA;&#xA;&#34;jadi inget alya haha.&#34; &#xA;&#xA;gadis itu menggeleng heran seraya tampilkan senyum jahilnya, &#34;kalian tuh emang ya sama sama bucin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;kayak lo sama calvin nggak aja sih nay.&#34;&#xA;&#xA;&#34;yeee, emang nggak.&#34;&#xA;&#xA;&#34;nggak sadar aja kali nay. gak bisa dipisahin gitu kok, apa namanya kalo ngga bucin coba?&#34; tak ada jawaban lagi dari gadis itu yang sepertinya kembali tenggelam dalam pikirannya.&#xA;&#xA;tak perlu waktu yang lama, karena jarak dari kampus mereka ke restoran cepat saji favorit hampir semua orang itu relatif dekat.&#xA;&#xA;&#34;jadi gimana, yang tadi pagi gue tanyain?&#34; bayu kembali membuka percakapan diantara mereka setelah keduanya selesai dengan urusan pesan memesan makanan.&#xA;&#xA;&#34;gini bay ... pertama, gue harus minta maaf dulu sama lo.&#34; tak ada tanggapan, tapi bayu tetap fokus pada gadis itu.&#xA;&#xA;&#34;lo pasti pernah lah denger kalo orang orang ngomong gue sama calvin nggak cocok. dan gue mikir, iya juga ya, dia tuh emang nggak pantes gitu buat gue.&#34;&#xA;&#xA;&#34;nay–&#34;&#xA;&#xA;&#34;sebentar, gue belum selesai. gue heran, kenapa juga calvin mau sama gue. padahal gue gak lebih baik dari cewe yang ngantri buat jadi pacarnya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;gue sayang banget sama dia, tapi gue ngerasa bukan gue yang terbaik gitu. makanya, gue mau kita tukeran karena ya biar calvin seenggaknya bisa jauh dulu dari gue. biar calvin bisa ngerasain pacaran sama perempuan yang lebih baik dari gue. biar calvin sadar, kalau gue tuh emang nggak banget buat dia.&#34;&#xA;&#xA;mendengar penuturan panjang naya membuat lelaki itu hanya bisa menghela nafasnya, &#34;pikiran lo tuh, jelek banget deh nay.&#34;&#xA;&#xA;&#34;calvin emang kayaknya ngga peduli sama omongan orang, tapi gue peduli bay.&#34; lirih naya.&#xA;&#xA;&#34;kata siapa calvin ngga peduli? dia peduli omongan orang tentang kalian. karena itu calvin nggak pernah ninggalin lo, calvin selalu berusaha buat selalu bikin lo nyaman dan dia seneng seneng aja lakuin semua hal itu. karena dia mau orang orang berpikir kalau dia milih lo buat jadi pacarnya tuh nggak salah.&#34;&#xA;&#xA;&#34;lo yakin bay?&#34; lelaki itu mengangguk mantap.&#xA;&#xA;&#34;kalo calvin yakin sama lo, kenapa gue harus ragu? dia temen baik gue. dan gue dukung apa yang udah jadi pilihannya, termasuk lo.&#34;&#xA;&#xA;&#34;thanks, bay. maaf udah rusuhin lo sama alya juga jadinya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;no problem, good luck buat lo sama calvin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;lo sama alya juga.&#34;&#xA;&#xA;merekapun pergi setelah makanan keduanya benar benar habis. bayu tentu saja mengantarkan naya sampai selamat dan tidak lupa titipan dari calvin yang ikut turun di kosan naya. ]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="tuker-pacar-au-more" id="tuker-pacar-au-more">tuker pacar au.  </h3>

<p>bayu menekan klaksonnya saat melihat naya kebingungan mencari mobilnya. setelah mendengar tanda dari bayu, gadis itu buru buru menghampirinya. lelaki dibalik kemudi memastikan bahwa pintunya tak terkunci agar naya bisa langsung masuk.</p>

<p>“lama nunggu?” pertanyaan pertama dari perempuan itu saat ia sudah menyamankan duduknya di kursi penumpang sebelah bayu.</p>

<p>“15 menit kayaknya ada.”</p>

<p>“lama juga, <em>sorry</em> ya.” ujar gadis itu.</p>

<p>“gak papa, sekarang mau kemana? makan dulu yuk.” yang disebelah bayu hanya mengangguk.</p>

<p>“mau makan dimana?” naya menghela nafasnya, ia masih tak terbiasa dengan pertanyaan ini. biasanya ia hanya ikut kemanapun calvin membawanya. namun selama hampir seminggu bersama bayu ia harus berpikir keras untuk memilih tempat tujuan mereka. itu salah satu hal yang naya nggak suka dari bayu.</p>

<p>“<em>mcd</em> aja deh biar cepet.” jawab naya.</p>

<p>tak ada percakapan penting dalam perjalanan menuju tujuan mereka. hanya bahasan ringan tentang apa yang telah terjadi hari ini. <em>playlist</em> naya masih terhubung di pemutar musik milik bayu. lelaki itu terkekeh saat satu lagu fiersa besari terputar.</p>

<p>naya hanya merenyit melihat bayu yang cengengesan kemudian bertanya, “kenapa lo? masih sehat?”</p>

<p>“haha nggak, itu lagunya lucu.” ujar bayu setelah mendengar kalimat demi kalimat lirik <em>bukan lagu valentine.</em></p>

<p>“ohhh, kirain kenapa.”</p>

<p>“jadi inget alya haha.”</p>

<p>gadis itu menggeleng heran seraya tampilkan senyum jahilnya, “kalian tuh emang ya sama sama bucin.”</p>

<p>“kayak lo sama calvin nggak aja sih nay.”</p>

<p>“yeee, emang nggak.”</p>

<p>“nggak sadar aja kali nay. gak bisa dipisahin gitu kok, apa namanya kalo ngga bucin coba?” tak ada jawaban lagi dari gadis itu yang sepertinya kembali tenggelam dalam pikirannya.</p>

<p>tak perlu waktu yang lama, karena jarak dari kampus mereka ke restoran cepat saji favorit hampir semua orang itu relatif dekat.</p>

<p>“jadi gimana, yang tadi pagi gue tanyain?” bayu kembali membuka percakapan diantara mereka setelah keduanya selesai dengan urusan pesan memesan makanan.</p>

<p>“gini bay ... pertama, gue harus minta maaf dulu sama lo.” tak ada tanggapan, tapi bayu tetap fokus pada gadis itu.</p>

<p>“lo pasti pernah lah denger kalo orang orang ngomong gue sama calvin nggak cocok. dan gue mikir, iya juga ya, dia tuh emang nggak pantes gitu buat gue.”</p>

<p>“nay–”</p>

<p>“sebentar, gue belum selesai. gue heran, kenapa juga calvin mau sama gue. padahal gue gak lebih baik dari cewe yang ngantri buat jadi pacarnya.”</p>

<p>“gue sayang banget sama dia, tapi gue ngerasa bukan gue yang terbaik gitu. makanya, gue mau kita tukeran karena ya biar calvin seenggaknya bisa jauh dulu dari gue. biar calvin bisa ngerasain pacaran sama perempuan yang lebih baik dari gue. biar calvin sadar, kalau gue tuh emang nggak banget buat dia.”</p>

<p>mendengar penuturan panjang naya membuat lelaki itu hanya bisa menghela nafasnya, “pikiran lo tuh, jelek banget deh nay.”</p>

<p>“calvin emang kayaknya ngga peduli sama omongan orang, tapi gue peduli bay.” lirih naya.</p>

<p>“kata siapa calvin ngga peduli? dia peduli omongan orang tentang kalian. karena itu calvin nggak pernah ninggalin lo, calvin selalu berusaha buat selalu bikin lo nyaman dan dia seneng seneng aja lakuin semua hal itu. karena dia mau orang orang berpikir kalau dia milih lo buat jadi pacarnya tuh nggak salah.”</p>

<p>“lo yakin bay?” lelaki itu mengangguk mantap.</p>

<p>“kalo calvin yakin sama lo, kenapa gue harus ragu? dia temen baik gue. dan gue dukung apa yang udah jadi pilihannya, termasuk lo.”</p>

<p>“<em>thanks,</em> bay. maaf udah rusuhin lo sama alya juga jadinya.”</p>

<p>“<em>no problem, good luck</em> buat lo sama calvin.”</p>

<p>“lo sama alya juga.”</p>

<p>merekapun pergi setelah makanan keduanya benar benar habis. bayu tentu saja mengantarkan naya sampai selamat dan tidak lupa titipan dari calvin yang ikut turun di kosan naya.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/sieben</guid>
      <pubDate>Tue, 11 Jan 2022 10:50:00 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>sechs</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/sechs?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[tuker pacar au.  !--more--&#xA;&#xA;&#34;astaga bayu,&#34; sudah tiga kali naya memanggil lelaki di hadapannya tapi tak kunjung mendapat sahutan.&#xA;&#xA;&#34;ah iya maaf nay, kenapa?&#34; &#xA;&#xA;naya menghela nafasnya, &#34;gue udah selesai makannya, dari tadi malah. lo kenapa sih?&#34; !--more--&#xA;&#xA;&#34;yuk, gue anter ke kampus.&#34; ujar bayu tanpa menjawab pertanyyaan naya.&#xA;&#xA;merasa diabaikan karena lelaki itu langsung berdiri dari duduknya, gadis yang saat ini mengikat rambutnya asal lalu menahan tangan bayu.&#xA;&#xA;&#34;gue tanya, ada apa?&#34; bayu tersenyum seraya mengambil tangan naya untuk ia genggam.&#xA;&#xA;&#34;kita omongin di mobil ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;yaudah, yuk.&#34;&#xA;&#xA;lelaki itu sama sekali melepas genggamannya sampai saat akan membukakan pintu untuk pacarnya itu. akhirnya mereka sudah masuk lagi ke dalam mobil bayu. &#xA;&#xA;tanpa aba aba bayu mengambil tangan naya yang semula gadis itu letakkan diatas pahanya sendiri. kaget itu pasti, bahkan sampai 2 detik kemudian naya baru sadar yang baru saja lelaki dibelakang kemudi itu lakukan.&#xA;&#xA;&#34;eh eh, kenapa?&#34;&#xA;&#xA;tangan bayu yang lain meraih tisu di dashboard mobilnya lalu mengelap telapak tangan naya yang penuh keringat.&#xA;&#xA;&#34;telapak tangan lo basah, nay ...&#34;&#xA;&#xA;&#34;... kayak alya.&#34;&#xA;&#xA;gadis itu berdeham dan mengangguk kemudian melontarkan pertanyaan lagi, &#34;trus kalau alya tangannya basah juga, suka lo elapin kayak tadi itu?&#34;&#xA;&#xA;lagi lagi bayu tersenyum, &#34;ngga pernah.&#34;&#xA;&#xA;jawaban dari lelaki di sampingnya tak ;antas membuat naya puas dan kembali memberikan pertanyaan, &#34;kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ngga tau ... mungkin karena gue juga terlalu gugup ya kalo deket dia.&#34;&#xA;&#xA;&#34;astaga bay, berapa lama lo pacaran tapi masih gugup gitu....&#34;&#xA;&#xA;&#34;ada 5 bulan kali ya? alya tuh pacar pertama gue, nay. jadi emang gue suka bingung yang akhirnya ga ngapa ngapain trus keliatan jadi cuek. padahal, gue gatau harus ngungkapin semuanya kayak gimana.&#34;&#xA;&#xA;&#34;i see ... trus udah pernah dibicarain gitu berdua?&#34; bayu menggeleng sebagai jawaban.&#xA;&#xA;gadis itu menghela nafasnya, &#34;lo harus terbuka, bay. pantes aja alya keliatan galau terus, ternyata lo lempeng banget anaknya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;iya iya....&#34;&#xA;&#xA;&#34;satu lagi, nay. gue mau nanya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;apa?&#34;&#xA;&#xA;lelaki itu berpikir sejenak, &#34;alesan lo apa ngajak kita tukeran pacar? i mean, gak mungkin gitu cuma iseng, kan?&#34;&#xA;&#xA;pertanyaan bayu selesai tepat saat mobilnya berhenti di depan gedung fakultas naya. gadis itu tersenyum lalu berkata, &#34;udah sampai, gue turun dulu ya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;jawab dulu nay....&#34;&#xA;&#xA;&#34;panjang ceritanya, nanti malem aja gimana? bisa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;bisa, nanti gue jemput.&#34;&#xA;&#xA;naya mengacungkan jempolnya, lalu keluar dari mobil meninggalkan bayu dengan rasa penasarannya.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="tuker-pacar-au-more" id="tuker-pacar-au-more">tuker pacar au.  </h3>

<p>“astaga bayu,” sudah tiga kali naya memanggil lelaki di hadapannya tapi tak kunjung mendapat sahutan.</p>

<p>“ah iya maaf nay, kenapa?”</p>

<p>naya menghela nafasnya, “gue udah selesai makannya, dari tadi malah. lo kenapa sih?” </p>

<p>“yuk, gue anter ke kampus.” ujar bayu tanpa menjawab pertanyyaan naya.</p>

<p>merasa diabaikan karena lelaki itu langsung berdiri dari duduknya, gadis yang saat ini mengikat rambutnya asal lalu menahan tangan bayu.</p>

<p>“gue tanya, ada apa?” bayu tersenyum seraya mengambil tangan naya untuk ia genggam.</p>

<p>“kita omongin di mobil ya?”</p>

<p>“yaudah, yuk.”</p>

<p>lelaki itu sama sekali melepas genggamannya sampai saat akan membukakan pintu untuk pacarnya itu. akhirnya mereka sudah masuk lagi ke dalam mobil bayu.</p>

<p>tanpa aba aba bayu mengambil tangan naya yang semula gadis itu letakkan diatas pahanya sendiri. kaget itu pasti, bahkan sampai 2 detik kemudian naya baru sadar yang baru saja lelaki dibelakang kemudi itu lakukan.</p>

<p>“eh eh, kenapa?”</p>

<p>tangan bayu yang lain meraih tisu di <em>dashboard</em> mobilnya lalu mengelap telapak tangan naya yang penuh keringat.</p>

<p>“telapak tangan lo basah, nay ...”</p>

<p>”... kayak alya.”</p>

<p>gadis itu berdeham dan mengangguk kemudian melontarkan pertanyaan lagi, “trus kalau alya tangannya basah juga, suka lo elapin kayak tadi itu?”</p>

<p>lagi lagi bayu tersenyum, “ngga pernah.”</p>

<p>jawaban dari lelaki di sampingnya tak ;antas membuat naya puas dan kembali memberikan pertanyaan, “kenapa?”</p>

<p>“ngga tau ... mungkin karena gue juga terlalu gugup ya kalo deket dia.”</p>

<p>“astaga bay, berapa lama lo pacaran tapi masih gugup gitu....”</p>

<p>“ada 5 bulan kali ya? alya tuh pacar pertama gue, nay. jadi emang gue suka bingung yang akhirnya ga ngapa ngapain trus keliatan jadi cuek. padahal, gue gatau harus ngungkapin semuanya kayak gimana.”</p>

<p>“<em>i see ...</em> trus udah pernah dibicarain gitu berdua?” bayu menggeleng sebagai jawaban.</p>

<p>gadis itu menghela nafasnya, “lo harus terbuka, bay. pantes aja alya keliatan galau terus, ternyata lo lempeng banget anaknya.”</p>

<p>“iya iya....”</p>

<p>“satu lagi, nay. gue mau nanya?”</p>

<p>“apa?”</p>

<p>lelaki itu berpikir sejenak, “alesan lo apa ngajak kita tukeran pacar? <em>i mean,</em> gak mungkin gitu cuma iseng, kan?”</p>

<p>pertanyaan bayu selesai tepat saat mobilnya berhenti di depan gedung fakultas naya. gadis itu tersenyum lalu berkata, “udah sampai, gue turun dulu ya.”</p>

<p>“jawab dulu nay....”</p>

<p>“panjang ceritanya, nanti malem aja gimana? bisa?”</p>

<p>“bisa, nanti gue jemput.”</p>

<p>naya mengacungkan jempolnya, lalu keluar dari mobil meninggalkan bayu dengan rasa penasarannya.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/sechs</guid>
      <pubDate>Tue, 04 Jan 2022 09:17:33 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>fünf</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/funf?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[tuker pacar au. !--more--&#xA;&#xA;gadis dalam balutan selimut yang tak kunjung bangkit dari kasurnya itu mendengus kesal kala mendengar dering ponselnya yang menampilkan nama calvin arditama sebagai peneleponnya pagi ini. !--more--&#xA;&#xA;&#34;apa sih vin?&#34; tanya alya dengan nada kesal.&#xA;&#xA;&#34;eh santai lah al. cerita deh ada apa?&#34; bukannya menjawab calvin mlah balik melemparkan pertanyaan lain.&#xA;&#xA;&#34;males berangkat aja, kesel.&#34;&#xA;&#xA;&#34;sama gue?&#34;&#xA;&#xA;&#34;enggaaa, vin. nanya mulu lo dah.&#34; alya yang semula tengkurap membalikkan badannya menatap kosong langit langit kamar kosnya.&#xA;&#xA;&#34;yaudah kalo gamau cerita. gue lagi di tukang bubur, lo kaloo makan bubur sukanya yang gimana? pake kacang atau ngga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;gamau lah, gausah beliin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;gue maksa, al.&#34;&#xA;&#xA;calvin keluar dari mobilnya, tetapi kupingnya masih senantiasa mendengar suara lawan bicaranya dari telpon. lelaki itu berjalan ke tukang bubur andalannya. &#xA;&#xA;&#34;ga pake kacang sama bawang daun, kerupuk sama sambelnya dipisah.&#34; &#xA;&#xA;&#34;oke, bentar lagi gue anter. gue matiin ya, see you.&#34; sambungan telepon pun diputus sepihak oleh calvin.&#xA;&#xA;&#34;pak pesen bubur gak pake kacang sama bawang daun, kerupuk sama sambelnya dipisah.&#34; kalimat barusan serempak keluar dari mulut calvin dan laki laki di sebelah kanan penjual bubur yang membuat ketiganya, termasuk bapak penjual bubur yang sedang meracik pesanan pelanggannya. &#xA;&#xA;calvin merenyit saat menemukan ternyata laki laki yang memesan bubur yang sama dengannya adalah teman dekatnya sendiri. siapa lagi kalau bukan bayu.&#xA;&#xA;&#34;lah, lo ngapain bay?&#34;&#xA;&#xA;&#34;jelas mau sarapan, tuh sama naya.&#34; jawab bayu seraya menunjukkan keberadaan naya yang tak jauh dari mereka berdua.&#xA;&#xA;calvin terdiam menatap punggung gadisnya. rasanya ia ingin langsung mendatangi naya lalu membawanya dalam pelukan. tapi apa daya? masih tersisa 4 hari lagi untuk bisa mewujudkan keinginannya.&#xA;&#xA;&#34;vin, jangan gitu dong liatin cewe guenya, biasa aja.&#34; goda bayu.&#xA;&#xA;&#34;enak aja cewe lo. cewe gue kali.&#34;&#xA;&#xA;&#34;hahahaha, kangen ya vin? gitu amat liatinnya.&#34; tak mengelak, calvin mengangguk sebagai jawabannya.&#xA;&#xA;&#34;btw tadi kita pesennya samaan, dan itu pesenan alya kan. lo juga gitu kalo makan bubur? perasaan lo suka kacang dah.&#34;&#xA;&#xA;&#34;hah, gimana? gue suka kacang kok.&#34; bayu kebingungan.&#xA;&#xA;&#34;iya tadi kenapa pesen ga pake kacang? naya juga suka pake kacang, emang lo ga nanya dia mau kayak gimana buburnya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;astaga, iya ya. itukan setingan bubur buat alya, gue refleks sumpah.&#34;&#xA;&#xA;calvin hanya menggeleng, &#34;bucin bucin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;kalo naya, gue tebak dia udah pesen nasi uduk di sebelah?&#34;&#xA;&#xA;&#34;iya, bener vin.&#34; &#xA;&#xA;sebelum benar benar pergi mengantarkan buburnya, calvin menatap sekali lagi lebih lama ke arah punggung naya. &#xA;&#xA;&#34;see you, nay. bay jagain yang bener ya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;aman vin.&#34;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="tuker-pacar-au-more" id="tuker-pacar-au-more">tuker pacar au. </h3>

<p>gadis dalam balutan selimut yang tak kunjung bangkit dari kasurnya itu mendengus kesal kala mendengar dering ponselnya yang menampilkan nama calvin arditama sebagai peneleponnya pagi ini. </p>

<p>“apa sih vin?” tanya alya dengan nada kesal.</p>

<p>“eh santai lah al. cerita deh ada apa?” bukannya menjawab calvin mlah balik melemparkan pertanyaan lain.</p>

<p>“males berangkat aja, kesel.”</p>

<p>“sama gue?”</p>

<p>“enggaaa, vin. nanya mulu lo dah.” alya yang semula tengkurap membalikkan badannya menatap kosong langit langit kamar kosnya.</p>

<p>“yaudah kalo gamau cerita. gue lagi di tukang bubur, lo kaloo makan bubur sukanya yang gimana? pake kacang atau ngga?”</p>

<p>“gamau lah, gausah beliin.”</p>

<p>“gue maksa, al.”</p>

<p>calvin keluar dari mobilnya, tetapi kupingnya masih senantiasa mendengar suara lawan bicaranya dari telpon. lelaki itu berjalan ke tukang bubur andalannya.</p>

<p>“ga pake kacang sama bawang daun, kerupuk sama sambelnya dipisah.”</p>

<p>“oke, bentar lagi gue anter. gue matiin ya, <em>see you.</em>” sambungan telepon pun diputus sepihak oleh calvin.</p>

<p>“pak pesen bubur gak pake kacang sama bawang daun, kerupuk sama sambelnya dipisah.” kalimat barusan serempak keluar dari mulut calvin dan laki laki di sebelah kanan penjual bubur yang membuat ketiganya, termasuk bapak penjual bubur yang sedang meracik pesanan pelanggannya.</p>

<p>calvin merenyit saat menemukan ternyata laki laki yang memesan bubur yang sama dengannya adalah teman dekatnya sendiri. siapa lagi kalau bukan bayu.</p>

<p>“lah, lo ngapain bay?”</p>

<p>“jelas mau sarapan, tuh sama naya.” jawab bayu seraya menunjukkan keberadaan naya yang tak jauh dari mereka berdua.</p>

<p>calvin terdiam menatap punggung gadisnya. rasanya ia ingin langsung mendatangi naya lalu membawanya dalam pelukan. tapi apa daya? masih tersisa 4 hari lagi untuk bisa mewujudkan keinginannya.</p>

<p>“vin, jangan gitu dong liatin cewe guenya, biasa aja.” goda bayu.</p>

<p>“enak aja cewe lo. cewe gue kali.”</p>

<p>“hahahaha, kangen ya vin? gitu amat liatinnya.” tak mengelak, calvin mengangguk sebagai jawabannya.</p>

<p>“btw tadi kita pesennya samaan, dan itu pesenan alya kan. lo juga gitu kalo makan bubur? perasaan lo suka kacang dah.”</p>

<p>“hah, gimana? gue suka kacang kok.” bayu kebingungan.</p>

<p>“iya tadi kenapa pesen ga pake kacang? naya juga suka pake kacang, emang lo ga nanya dia mau kayak gimana buburnya?”</p>

<p>“astaga, iya ya. itukan setingan bubur buat alya, gue refleks sumpah.”</p>

<p>calvin hanya menggeleng, “bucin bucin.”</p>

<p>“kalo naya, gue tebak dia udah pesen nasi uduk di sebelah?”</p>

<p>“iya, bener vin.”</p>

<p>sebelum benar benar pergi mengantarkan buburnya, calvin menatap sekali lagi lebih lama ke arah punggung naya.</p>

<p>“<em>see you,</em> nay. bay jagain yang bener ya.”</p>

<p>“aman vin.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/funf</guid>
      <pubDate>Wed, 29 Dec 2021 12:22:07 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>vrei</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/vrei?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[tuker pacar au.  !--more--&#xA;&#xA;setelah mendapat pesan dari bayu yang katenya sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya naya memutuskan untuk menutup ponselnya dan hanya mengamati sekitar. senyumnya terangkat sat menyadari bangku yang ia duduki adalah tempat pertemuan pertamanya dengan calvin. !--more--&#xA;&#xA;waktu itu calvin datang dari belakang dengan suara agak nyaring lalu menoyor kepala gadis itu dari belakang. berkali kali calvin meminta maaf karena salah mengira naya adalah sepupunya yang memintanya mengantarkan tugas pagi itu. dipikir pikir pertemuan awal mereka sangat konyol untuk pasangan yang sekarang hampir tak terpisahkan sampai sekarang mereka bertukar pasangan.&#xA;&#xA;otak gadis itu terus memutar memori tentang calvin. baru saja satu hari terpisah, lelaki itu tak pernah absen dari pikirannya barang sebentar. lamunannya dibuyarkan oleh suara klakson mobil bayu yang ternyata sudah datang.&#xA;&#xA;bayu tersenyum saat gadis dengan jaket jeansnya masuk dan duduk di kursi penumpang sebelahnya. secara tak sadar naya menghela nafasnya, membuat lelaki yang hendak menginjak gas untuk melaju kembali menatapnya.&#xA;&#xA;&#34;kenapa, nay? cape ya?&#34; tanya bayu.&#xA;&#xA;&#34;eh ... nggak begitu sih. cuma ... mobil lo tinggi, gak kayak mobilnya ical.&#34;&#xA;&#xA;bayu hanya terkekeh mendengarnya dan langsum menjalankan mobilnya keluar dari wilayah kampus. &#34;baru juga kita ketemu, udah ngomongin calvin aja, nay.&#34;&#xA;&#xA;&#34;iya maaf ya. gue ga sadar deh, refleks aja gitu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;it&#39;s fine.&#34;&#xA;&#xA;&#34;by the way, playlistnya boleh ganti ga pake punya gue?&#34; perempuan itu bertanya seraya melihat ke arah bayu.&#xA;&#xA;&#34;boleh, lagian itu masih connect sama playlist alya.&#34;&#xA;&#xA;tanpa menanggapi kalimat bayu, ia langsung menghubungkan akun spotifynya ke tape mobil. dalam beberapa menit lagu lagu kesukaan naya pun mengisi ruang diantara mereka.&#xA;&#xA;&#34;oh iya, kalau haus itu ada minum nay. tadi gue sempet beli sebelum nyamperin lo.&#34;&#xA;&#xA;&#34;okay, makasih bay.&#34;&#xA;&#xA;lelaki itu tak perlu repot menanyakan dimana tempat kos naya. karena alya dan naya satu tempat tinggal. kamar mereka pun bersebelahan. jadi tak heran, mereka bisa dekat walaupun beda jurusan.&#xA;&#xA;&#34;dah sampe, nay. ngelamun terus dari tadi, lo gapapa kan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ah, iya. gue gapapa kok. makasih ya udah nganter.&#34;&#xA;&#xA;&#34;santai, gue juga minta maaf karena gabisa ngajak jalan soalnya sebentar lagi ada rapat himpunan.&#34; tuturnya sembari melepaskan seatbelt yang terpasang di kursi naya.&#xA;&#xA;&#34;gue bisa sendiri loh....&#34;&#xA;&#xA;&#34;hehe, kebiasaan. kalau ada apa apa kabarin gue ya, nay. jangan lupa makan malem.&#34;&#xA;&#xA;&#34;hmm, lo juga. gue balik ya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;see you.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="tuker-pacar-au-more" id="tuker-pacar-au-more">tuker pacar au.  </h3>

<p>setelah mendapat pesan dari bayu yang katenya sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya naya memutuskan untuk menutup ponselnya dan hanya mengamati sekitar. senyumnya terangkat sat menyadari bangku yang ia duduki adalah tempat pertemuan pertamanya dengan calvin. </p>

<p>waktu itu calvin datang dari belakang dengan suara agak nyaring lalu menoyor kepala gadis itu dari belakang. berkali kali calvin meminta maaf karena salah mengira naya adalah sepupunya yang memintanya mengantarkan tugas pagi itu. dipikir pikir pertemuan awal mereka sangat konyol untuk pasangan yang sekarang hampir tak terpisahkan sampai sekarang mereka bertukar pasangan.</p>

<p>otak gadis itu terus memutar memori tentang calvin. baru saja satu hari terpisah, lelaki itu tak pernah absen dari pikirannya barang sebentar. lamunannya dibuyarkan oleh suara klakson mobil bayu yang ternyata sudah datang.</p>

<p>bayu tersenyum saat gadis dengan jaket <em>jeans</em>nya masuk dan duduk di kursi penumpang sebelahnya. secara tak sadar naya menghela nafasnya, membuat lelaki yang hendak menginjak gas untuk melaju kembali menatapnya.</p>

<p>“kenapa, nay? cape ya?” tanya bayu.</p>

<p>“eh ... nggak begitu sih. cuma ... mobil lo tinggi, gak kayak mobilnya ical.”</p>

<p>bayu hanya terkekeh mendengarnya dan langsum menjalankan mobilnya keluar dari wilayah kampus. “baru juga kita ketemu, udah ngomongin calvin aja, nay.”</p>

<p>“iya maaf ya. gue ga sadar deh, refleks aja gitu.”</p>

<p>“<em>it&#39;s fine.</em>“</p>

<p>“<em>by the way, playlist</em>nya boleh ganti ga pake punya gue?” perempuan itu bertanya seraya melihat ke arah bayu.</p>

<p>“boleh, lagian itu masih <em>connect</em> sama <em>playlist</em> alya.”</p>

<p>tanpa menanggapi kalimat bayu, ia langsung menghubungkan akun <em>spotify</em>nya ke <em>tape</em> mobil. dalam beberapa menit lagu lagu kesukaan naya pun mengisi ruang diantara mereka.</p>

<p>“oh iya, kalau haus itu ada minum nay. tadi gue sempet beli sebelum nyamperin lo.”</p>

<p>“okay, makasih bay.”</p>

<p>lelaki itu tak perlu repot menanyakan dimana tempat kos naya. karena alya dan naya satu tempat tinggal. kamar mereka pun bersebelahan. jadi tak heran, mereka bisa dekat walaupun beda jurusan.</p>

<p>“dah sampe, nay. ngelamun terus dari tadi, lo gapapa kan?”</p>

<p>“ah, iya. gue gapapa kok. makasih ya udah nganter.”</p>

<p>“santai, gue juga minta maaf karena gabisa ngajak jalan soalnya sebentar lagi ada rapat himpunan.” tuturnya sembari melepaskan <em>seatbelt</em> yang terpasang di kursi naya.</p>

<p>“gue bisa sendiri loh....”</p>

<p>“hehe, kebiasaan. kalau ada apa apa kabarin gue ya, nay. jangan lupa makan malem.”</p>

<p>“hmm, lo juga. gue balik ya.”</p>

<p>“<em>see you</em>.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/vrei</guid>
      <pubDate>Tue, 21 Dec 2021 13:42:57 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>drei</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/drei?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[tuker pacar au.  !--more--&#xA;&#xA;&#34;lo udah dong ngambeknya. kan gue dah minta maaf, al.&#34;&#xA;&#xA;alya mendelik pada laki laki di hadapannya, &#34;gue gak marah, masih bete aja sama asistennya.&#34; !--more--&#xA;&#xA;&#34;ohh, yaudah deh sabar aja, emang asdos sama aslab semuanya nyebelin kok.&#34; ujar calvin yang kini sudah melanjutkan makannya.&#xA;&#xA;alya yang duluan selesai dengan makanannya saat ini terlihaat bolak balik mengecek hpnya. kelakuannya itu mengundang tanya dari calvin yang baru saja menyelesaikan acara makan siangnya.&#xA;&#xA;&#34;kenapa sih? nungguin apa lo?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ini loh, gue mau kerja kelompok buat garap laprak. temen temen gue udah nunggu di parkiran.&#34;&#xA;&#xA;calvin merenyit, &#34;lah yaudah samperin. kenapa masih nangkring disini?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ya gue kan nungguin elo selesai makan.&#34;&#xA;&#xA;calvin berdiri dari duduknya, lalu mengulurkan tangannya pada perempuan yang kini masih betah duduk di bangku kantin.&#xA;&#xA;&#34;ayo, gue anter.&#34; &#xA;&#xA;uluran tangan lelaki itu langsung disambar oleh alya. keduanya berjalan menuju parkiran gedung teknik. &#xA;&#xA;&#34;balik jam berapa nanti? sama siapa? makan malem dimana?&#34; tanya calvin berturut turut.&#xA;&#xA;&#34;satu satu, calvin.&#34; ucap alya penuh penekanan&#xA;&#xA;&#34;yaudah jawabnya satu satu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;semuanya belum tau. gimana nanti aja. tar kalo ada hal penting gue chat lo deh.&#34;&#xA;&#xA;lelaki itu hanya mengangguk. setelah berpamitan, mereka pun berpisah di tempat parkir dengan calvin yang menuju apartemennya dan alya yang masih harus melanjutkan laporan praktikumnya bersama teman sekelompoknya.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="tuker-pacar-au-more" id="tuker-pacar-au-more">tuker pacar au.  </h3>

<p>“lo udah dong ngambeknya. kan gue dah minta maaf, al.”</p>

<p>alya mendelik pada laki laki di hadapannya, “gue gak marah, masih bete aja sama asistennya.” </p>

<p>“ohh, yaudah deh sabar aja, emang asdos sama aslab semuanya nyebelin kok.” ujar calvin yang kini sudah melanjutkan makannya.</p>

<p>alya yang duluan selesai dengan makanannya saat ini terlihaat bolak balik mengecek hpnya. kelakuannya itu mengundang tanya dari calvin yang baru saja menyelesaikan acara makan siangnya.</p>

<p>“kenapa sih? nungguin apa lo?”</p>

<p>“ini loh, gue mau kerja kelompok buat garap laprak. temen temen gue udah nunggu di parkiran.”</p>

<p>calvin merenyit, “lah yaudah samperin. kenapa masih nangkring disini?”</p>

<p>“ya gue kan nungguin elo selesai makan.”</p>

<p>calvin berdiri dari duduknya, lalu mengulurkan tangannya pada perempuan yang kini masih betah duduk di bangku kantin.</p>

<p>“ayo, gue anter.”</p>

<p>uluran tangan lelaki itu langsung disambar oleh alya. keduanya berjalan menuju parkiran gedung teknik.</p>

<p>“balik jam berapa nanti? sama siapa? makan malem dimana?” tanya calvin berturut turut.</p>

<p>“satu satu, calvin.” ucap alya penuh penekanan</p>

<p>“yaudah jawabnya satu satu.”</p>

<p>“semuanya belum tau. gimana nanti aja. tar kalo ada hal penting gue <em>chat</em> lo deh.”</p>

<p>lelaki itu hanya mengangguk. setelah berpamitan, mereka pun berpisah di tempat parkir dengan calvin yang menuju apartemennya dan alya yang masih harus melanjutkan laporan praktikumnya bersama teman sekelompoknya.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/drei</guid>
      <pubDate>Tue, 21 Dec 2021 12:47:29 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>zwei</title>
      <link>https://lyantares.writeas.com/zwei?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[tuker pacar au.  !--more--&#xA;&#xA;alya berlari keluar dari kamarnya begitu mendapat kabar calvin sudah di depan tempatnya. lelaki itu tak memberikan sedikitpun waktu untuk bernafas karena setelah masuk dalam mobil si gadis berambut pendek itu dihujani begitu banyak pertanyaan. !--more--&#xA;&#xA;&#34;damn you! kasih gue nafas dulu bisa, kan?&#34; lawan bicaranya hanya cengengesan melihat pacar sementaranya itu terlihat kesal.&#xA;&#xA;&#34;nafas buatan maksudnya?&#34; pertanyaan calvin kali ini malalh mengundang pukulan darai perempuan di sebelahnya.&#xA;&#xA;&#34;LO TUH YAAA!&#34;&#xA;&#xA;tak mengindahkan omelan yang masih keluar dari mulut alya, lelaki itu memilih menyalankan mesin mobilnya lalu melaju membelah jalanan menuju kampus mereka.&#xA;&#xA;lelaki di belakang kemudi itu sedikit melirik lalu tersenyum mengangkat sebelah bibirnya. tangannya bergerak menambah volume pada tape mobil kesayangannya.&#xA;&#xA;menyadari suara lagu yang mengisi ruang mobil ini semakin terdengar membuat lamunan alya buyar. &#34;gapapa kan kalo volumenya gue gedein?&#34; tanya calvin.&#xA;&#xA;&#34;iya, gapapa.&#34;  &#xA;&#xA;&#34;biasanya naya kalo masuk mobil gue langsung misuh minta lagunya diganti.&#34;&#xA;&#xA;&#34;loh, malahan lagu di playlist lo hampir mirip sama punya gue. ya kira kira 90% lah.&#34;&#xA;&#xA;butuh sekitar 6 lagu yang terputar sepanjang perjalanan mereka menuju kampus. satu tumpangan dari calvin membuat alya mengenal lelaki itu sedikit lebih banyak. &#xA;&#xA;&#34;lo udah sarapan, al?&#34; tanya calvin saat melihat perempuan di sebelahnya sedang melepas seat belt, bersiap keluar dari mobilnya.&#xA;&#xA;&#34;belum vin. oh, sebentar.&#34;&#xA;&#xA;lelaki leo itu merenyit kala alya menyodorkannya kotak bekal berisi roti lapis yang gadis itu buat pagi ini.&#xA;&#xA;&#34;apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;gue biasanya bikin bekel buat bayu soalnya dia nggak akan sempet sarapan. trus baru sadar hari ini ngga akan ketemu. jadi, buat lo aja.&#34;&#xA;&#xA;belum sempat calvin menjawab, perempuan itu sudah keluar dari mobil. lelaki itu buru buru keluar menyusul alya.&#xA;&#xA;&#34;alya!&#34; &#xA;&#xA;merasa namanya dipanggil, ia langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap calvin. lalu bertanya, &#34;kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ini, gapapa buat gue? lo sama bayu satu gedung, gak dikasih ke dia aja?&#34;&#xA;&#xA;gadis berambut pendek itu menggeleng, &#34;gausah, yang sekarang pacar gue kan lo, vin. belum sarapan, kan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;ya, belum sih....&#34;&#xA;&#xA;&#34;yaudah, tar kotaknya balikin ya. gue udah mau masuk nih, nanti gue kabarin lagi. bye, vin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;see ya.&#34;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<h3 id="tuker-pacar-au-more" id="tuker-pacar-au-more">tuker pacar au.  </h3>

<p>alya berlari keluar dari kamarnya begitu mendapat kabar calvin sudah di depan tempatnya. lelaki itu tak memberikan sedikitpun waktu untuk bernafas karena setelah masuk dalam mobil si gadis berambut pendek itu dihujani begitu banyak pertanyaan. </p>

<p>“<em>damn you!</em> kasih gue nafas dulu bisa, kan?” lawan bicaranya hanya cengengesan melihat pacar sementaranya itu terlihat kesal.</p>

<p>“nafas buatan maksudnya?” pertanyaan calvin kali ini malalh mengundang pukulan darai perempuan di sebelahnya.</p>

<p>“LO TUH YAAA!”</p>

<p>tak mengindahkan omelan yang masih keluar dari mulut alya, lelaki itu memilih menyalankan mesin mobilnya lalu melaju membelah jalanan menuju kampus mereka.</p>

<p>lelaki di belakang kemudi itu sedikit melirik lalu tersenyum mengangkat sebelah bibirnya. tangannya bergerak menambah volume pada <em>tape</em> mobil kesayangannya.</p>

<p>menyadari suara lagu yang mengisi ruang mobil ini semakin terdengar membuat lamunan alya buyar. “gapapa kan kalo volumenya gue gedein?” tanya calvin.</p>

<p>“iya, gapapa.”</p>

<p>“biasanya naya kalo masuk mobil gue langsung misuh minta lagunya diganti.”</p>

<p>“loh, malahan lagu di <em>playlist</em> lo hampir mirip sama punya gue. ya kira kira 90% lah.”</p>

<p>butuh sekitar 6 lagu yang terputar sepanjang perjalanan mereka menuju kampus. satu tumpangan dari calvin membuat alya mengenal lelaki itu sedikit lebih banyak.</p>

<p>“lo udah sarapan, al?” tanya calvin saat melihat perempuan di sebelahnya sedang melepas <em>seat belt</em>, bersiap keluar dari mobilnya.</p>

<p>“belum vin. oh, sebentar.”</p>

<p>lelaki leo itu merenyit kala alya menyodorkannya kotak bekal berisi roti lapis yang gadis itu buat pagi ini.</p>

<p>“apa?”</p>

<p>“gue biasanya bikin bekel buat bayu soalnya dia nggak akan sempet sarapan. trus baru sadar hari ini ngga akan ketemu. jadi, buat lo aja.”</p>

<p>belum sempat calvin menjawab, perempuan itu sudah keluar dari mobil. lelaki itu buru buru keluar menyusul alya.</p>

<p>“alya!”</p>

<p>merasa namanya dipanggil, ia langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap calvin. lalu bertanya, “kenapa?”</p>

<p>“ini, gapapa buat gue? lo sama bayu satu gedung, gak dikasih ke dia aja?”</p>

<p>gadis berambut pendek itu menggeleng, “gausah, yang sekarang pacar gue kan lo, vin. belum sarapan, kan?”</p>

<p>“ya, belum sih....”</p>

<p>“yaudah, tar kotaknya balikin ya. gue udah mau masuk nih, nanti gue kabarin lagi. <em>bye</em>, vin.”</p>

<p>“<em>see ya.</em>“</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://lyantares.writeas.com/zwei</guid>
      <pubDate>Thu, 09 Dec 2021 14:31:11 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>